Etnis/Suku Bangsa Kekayaan Budaya Bangsa Indonesia


Etnis India Indonesia Bangun Masjid Raya Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia

Sejarah Masjid Raya Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia pada awalnya dibangun oleh Etnis India Indonesia bekerjasama dengan Etnis Melayu dan etnis lainnya.

Keturunan Etnis India Indonesia hanya berjumlah puluhan Kepala Keluarga (KK) dan melebur dalam Ormas Etnis Melayu. Etnis Bugis datang ke daerah Singakwang pada abad ke-13 dan Etnis India Indonesia masuk Singakwang diperkirakan pada abad ke-12. Demikian dikatakan Sekretaris DPC NU Kota Singkawang, Bakri.

Sementara itu, Pengurus Masjid Raya Kota Singkawang, Ustadz Mulyadi, mengatakan saat ini sedang dilakukan renovasi pembangunan Masjid Raya itu dan diharapkan peran semua pihak untuk membantu renovasi pembangunan Masjid Raya Kota Singkawang tersebut.

Kepada pembaca berita sekilas sejarah dan renovasi pembangunan Masjid Raya Kota Singkawang ini, bagi yang mau beramal atau bantu dapat menghubungi Ustadz Mulyadi HP : 085252591836
Bagi yang mengetahui sejarah Masjid Raya itu, dipersilahkan untuk membuat komentar dan penjelasan selengkapnya sejarah Masjid Raya Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia.

Terima kasih.

Masjid Raya Kota Singkawang, Kalimantan Barat

Masjid Raya Kota Singkawang, Kalimantan Barat

Masjid Raya Kota Singkawang, Kalimantan Barat

Masjid Raya Kota Singkawang, Kalimantan Barat



552 Tatung (Etnis Cina Indonesia dan Dayak) Ramaikan Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia

Perayaan Imlek 2560 dan Cap Go Meh 2009 di Kota Singkawang Propinsi Kalimantan Barat, Indonesia berlangsung sejak tanggal 25 Januari sampai dengan 9 Februari 2009

Pada perayaan kali ini , kota Singkawang dihiasi 6000 lampion sepanjang jalan utama dan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Rangkaian acara diantaranya adalah bazar dan tari seni budaya berbagai etnis seperti budaya Melayu, Jawa, Cina, Dayak, Batak, Minang dan etnis lainnya yang mencerminkan Bhineka Tunggal Ika.

Acara puncak Festival Cap Go Meh 2009 melibatkan sekitar 552 Tatung dengan arak-arakan keliling Kota Singkawang. Para Tatung berasal dari Etnis Cina Indonesia dan Dayak itu sangat menarik perhatian pengunjung dari warga masyarakat Singkawang, wisatawan Dalam Negeri maupun Luar Negeri.

Apa kata dunia, seorang kulit hitam bernama Barack Husein Obama terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat . Begitu juga kata Singakwang, seorang Etnis Cina Indonesia bernama Hasan Karman terpilih menjadi Walikota Singkawang dan Kota Singkawang merupakan barometer Hongkong-nya Indonesia. hehehe.

Festival Cap Go Meh 2009 di Kota Singkawang

Festival Cap Go Meh 2009 di Kota Singkawang

dsc069341

dsc06952

dsc06956

dsc06958

dsc06959 dsc069681 dsc06969 dsc06970



Suku Jawa dan Suku Dayak Cetak 100 Ha Sawah Baru di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia

dsc06853Kerukunan suku Jawa dan suku Dayak bekerjasama melakukan pencetakan sawah baru sekitar 100 hektar di Dusun Kulor Desa Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat.

Rencana pencetakan sawah baru itu bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup para petani dan guna mendukung program pemerintah dalam swasembada beras. Demikian dikatakan Ketua Kelompok Tani Harapan Makmur, Tusiran di Singkawang, Senin (9/2/09)

Dijelaskan, pelaksanaan pencetakan sawah saat ini sudah tahap pemetaan gambar dan mulai pembuatan irigasi dan selanjutnya menunggu persetujuan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat. Kata Tusiran yang juga pemenang pencipta logo Pemerintah Kota Singkawang.

Selain itu, menghilangnya sebanyak 826 ton pupuk urea bersubsidi tahun 2008 jatah para petani wilayah Kota Singkawang berakibat menghambat upaya program pemerintah dalam peningkatan produksi pertanian Kota Singkawang. Kasus misterius hilangnya pupuk urea bersubsidi tersebut tengah ditangani pihak penegak hukum dari Kepolisian, Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kata Tusiran.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Lahan dan Air Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang, Gunawan, didampingi staf, Abdul Hakim mengatakan pencetakan sawah baru tersebut akan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan dana APBD atau APBN.

Kantor Kelompok Tani Harapan Makmur

Kantor Kelompok Tani Harapan Makmur

Tim Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang

Tim Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang

Lahan Swah di Dusun Kulon Desa Pajintan Kec. Singakwang Timur, Kota Singkawang, Kalimantan Barat

Lahan Swah di Dusun Kulon Desa Pajintan Kec. Singakwang Timur, Kota Singkawang, Kalimantan Barat

Lahan Swah di Dusun Kulon Desa Pajintan Kec. Singakwang Timur, Kota Singkawang, Kalimantan Barat

Lahan Swah di Dusun Kulon Desa Pajintan Kec. Singakwang Timur, Kota Singkawang, Kalimantan Barat

Proyek Irigasi Rusak Menghambat Program Bidang Pertanian

Proyek Irigasi Rusak Menghambat Program Bidang Pertanian

Proyek Irigasi Rusak Perlu Perhatian Pemerintah

Proyek Irigasi Rusak Perlu Perhatian Pemerintah




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.